Dengan kemajuan teknologi sekarang
segalanya menjadi semakin mudah,begitu juga untuk urusan transportasi.Penyedia
jasa transportasi yang gencar memanfaatkan teknologi online seperti Go-jek
sekarang sedang bertumbuh dan mengejar valuasi yang menakjubkan.
Go-jek dan GrabBike adalah dua penyedia
jasa ojek online terbesar di Ibu kota Jakarta,persaingan keduanya pun sangat
sengit dalam memperebutkan pasar transportasi online di Jabodetabek.Bahkan
menurut sebuah data go-jek mulai mengalami kesulitan sementara GrabBike terus
bertumbuh.
Go-jek tembus startup Unicorn
Para pemain layanan ride sharing ini memang
belum menghasilkan keuntungan dan masih terlihat perang harga namun mereka
lebih mementingkan pertumbuhan bisnisnya.Tentunya dengan pertumbu han itu juga
di dukung dengan para pemodal berkantong tebal di belakangnya,kalau tidak bisa
gembos ditengah jalan.
CEO Go-jek Nadiem Makarim sudah berdiskusi
dengan investor potensial untuk mendapatkan tambahan dana,dan sudah
terealisasi.Para investor itu berasal dari Amerika serikat seperti KKR dan
Warburg Pincus juga dari Farallon Capital,Capital Grup Private Markets serta
pemegang saham existing.
Dengan tambahan dana kolektif sebesar USD
550 juta tersebut menjadikan Go-jek menjadi startup Indonesia
unicorn/valuasinya diatas USD 1 milyar.Atau lebih tepatnya valuasi gojek
sekarang menjadi 1,3 milyar dolar AS atau sekitar Rp.17 trilyun.
Kepercayaaan para investor
Selain investor lama seperti Sequoia
india,Norsthar Group,DST global,NSI venture,Rakuten Venture,dan Formation Group
yang juga terus mengucurkan dananya.kepercayaan ini di dasarkan pada pertimbang
an matang.Karena menurut mereka kekuatan Go-jek adalah selalu fokus dalam
menghadirkan solusi online yang inovatif,nyaman dan terjangkau untuk kebutuhan
masyarakat sehari hari.
Para investor juga mengatakan kondisi
masyarakat saat ini sangat mendukung ekosistem bisnis Go-jek antara lain dengan
pertumbuhan kelas menengah ,arus urbanisasi dan peningkatan adopsi internet.Dan
mereka sepakat untuk memperkuat posisi Go-jek
sebagai penyedia on-demand mobile platform terdepan di Indonesia.
Pesaing Go-jek
Seperti tak mau kalah dari Go-jek,GrabBike
pun banjir kucuran dana diantaranya untuk mempekerjakan para ahli pemograman komputer.Seperti
kata CEO Grab Anthony Tan”kami memiliki tim yang kuat,teknologi yang hebat,oleh
karena itu kami memiliki modal yang sangat besar”.
Grab yang sudah berdiri sejak tahun 2012
silam,diketahui telah mendapatkan dana setidaknya US$ 600 juta,dan dengan
kucuran dana baru dari SoftBank Group dan Didi chuxing,yang merupakan penyedia
layanan mobil panggilan asal china sekita Rp.7,8 trilyun.
Asia tenggara diperkirakan bakal jadi pasar
yang besar untuk usaha serupa kedua perusahaan ini.Bahkan Google dan temasek
Holdings memperkirakan akan ada pertumbuhan lima kali lipat atau sebesar US$
13.1 milyar.
wow,investor asing ini berlomba lomba untuk investasi di startup buatan anak negeri
4/
5
Oleh
Yudi


Silakan Tambahkan Komentar Anda