Rabu, 13 Juni 2018

wow,investor asing ini berlomba lomba untuk investasi di startup buatan anak negeri

Dengan kemajuan teknologi sekarang segalanya menjadi semakin mudah,begitu juga untuk urusan transportasi.Penyedia jasa transportasi yang gencar memanfaatkan teknologi online seperti Go-jek sekarang sedang bertumbuh dan mengejar valuasi yang menakjubkan.

Go-jek dan GrabBike adalah dua penyedia jasa ojek online terbesar di Ibu kota Jakarta,persaingan keduanya pun sangat sengit dalam memperebutkan pasar transportasi online di Jabodetabek.Bahkan menurut sebuah data go-jek mulai mengalami kesulitan sementara GrabBike terus bertumbuh.

Go-jek tembus startup Unicorn

Para pemain layanan ride sharing ini memang belum menghasilkan keuntungan dan masih terlihat perang harga namun mereka lebih mementingkan pertumbuhan bisnisnya.Tentunya dengan pertumbu han itu juga di dukung dengan para pemodal berkantong tebal di belakangnya,kalau tidak bisa gembos ditengah jalan.

CEO Go-jek Nadiem Makarim sudah berdiskusi dengan investor potensial untuk mendapatkan tambahan dana,dan sudah terealisasi.Para investor itu berasal dari Amerika serikat seperti KKR dan Warburg Pincus juga dari Farallon Capital,Capital Grup Private Markets serta pemegang saham existing.

Dengan tambahan dana kolektif sebesar USD 550 juta tersebut menjadikan Go-jek menjadi startup Indonesia unicorn/valuasinya diatas USD 1 milyar.Atau lebih tepatnya valuasi gojek sekarang menjadi 1,3 milyar dolar AS atau sekitar Rp.17 trilyun.

Kepercayaaan para investor

Selain investor lama seperti Sequoia india,Norsthar Group,DST global,NSI venture,Rakuten Venture,dan Formation Group yang juga terus mengucurkan dananya.kepercayaan ini di dasarkan pada pertimbang an matang.Karena menurut mereka kekuatan Go-jek adalah selalu fokus dalam menghadirkan solusi online yang inovatif,nyaman dan terjangkau untuk kebutuhan masyarakat sehari hari.

Para investor juga mengatakan kondisi masyarakat saat ini sangat mendukung ekosistem bisnis Go-jek antara lain dengan pertumbuhan kelas menengah ,arus urbanisasi dan peningkatan adopsi internet.Dan mereka sepakat  untuk memperkuat posisi Go-jek sebagai penyedia on-demand mobile platform terdepan di Indonesia.

Pesaing Go-jek

Seperti tak mau kalah dari Go-jek,GrabBike pun banjir kucuran dana diantaranya untuk mempekerjakan para ahli pemograman komputer.Seperti kata CEO Grab Anthony Tan”kami memiliki tim yang kuat,teknologi yang hebat,oleh karena itu kami memiliki modal yang sangat besar”.

Grab yang sudah berdiri sejak tahun 2012 silam,diketahui telah mendapatkan dana setidaknya US$ 600 juta,dan dengan kucuran dana baru dari SoftBank Group dan Didi chuxing,yang merupakan penyedia layanan mobil panggilan asal china sekita Rp.7,8 trilyun.

Asia tenggara diperkirakan bakal jadi pasar yang besar untuk usaha serupa kedua perusahaan ini.Bahkan Google dan temasek Holdings memperkirakan akan ada pertumbuhan lima kali lipat atau sebesar US$ 13.1 milyar.

Artikel Terkait

wow,investor asing ini berlomba lomba untuk investasi di startup buatan anak negeri
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Silakan Tambahkan Komentar Anda